Luwak memilih buah kopi yang mempunyai tingkat kematangan yang optimum berdasarkan rasa dan aroma serta memakannya dengan mengupas kulit luarnya dengan mulut lalu menelan lendir serta bijinya. Biji kopi yang masih terbungkus kulit ari yang keras (kulit tanduk/parchment) tidak hancur dalam pencernaan luwak karena sistem pencernaan luwak yang sederahana. Sehingga saat keluar bersama feses biji kopi masih utuh terbungkus kulit tanduk.
Pada awalnya, produksi dilakukan dengan mengumpulkan biji-bijian dalam bentuk liar yang dengan kotorannya musang menandai daerah kekuasaannya. Di perkebunan, musang-musang tersebut (luwak) dapat berupa musang yang sengaja dikandangkan atau dibiarkan bebas di alam.
Buah kopi dimakan oleh luwak untuk diambil daging buahnya. Setelah berada selama satu setengah hari dalam saluran pencernaan, biji-biji kopi di-ekskresi dalam bentuk untaian kotoran, dengan mempertahankan bentuk awalnya dan masih dilapisi oleh beberapa lapisan dalam daging buah. Biji-biji itu kemudian dikumpulkan, melalui pencucian dan pengeringan sinar matahari dan dilakukan roasting ringan untuk mempertahankan rasa yang saling mengikat dan sedikit pahit dari produk karya musang ini.
Para pelaku menyadari bahwa memompa produksi coffee luwak bukanlah pekerjaan gampang. Cara alami jelas sulit diandalkan. Selain lamban dan produktivitasnya rendah, prosesnya sulit direkayasa. Akibatnya, kontuinits pasokan tidak dapat dipastikan. Apalagi, populasi luwak di alam terbuka semakin berkurang. Dengan demikian, harga jual kopi luwak semakin mahal khusus tuk coffee luwak indonesia. Meski demikian, melalui rekayasa dan inovasi, produksi kopi luwak berpeluang ditingkatkan, salah satunya melalui budidaya luwak.
Membudidayakan luwak jelas bukan hal mudah. Reproduksinya membutuhkan keterampilan dan pengetahuan khusus. Apalagi, praktisi/ahli penangkaran luwak masih langka, termasuk di lembaga penelitian dan perguruan tinggi. Selama ini produsen kopi luwak masih mengandalkan luwak tangkapan (hasil berburu) yang masih sangat sedikit.
Coffee luwak bali biasanya hasil dari luwak yang di kandangkan yang di beri makan biji kopi yang matang dan segar juga buah buahan lain nya. Selain itu, para turis dapat melihat hewan luwak yang dikandangkan sehingga menjadi tujuan wisata di bali. Ada juga yang mengatakan, coffee luwak australia merupakan coffee luwak yang terbaik. Tapi, perlu kami tandaskan bahwa kopi luwak liar yang terbaik terdapat di daerah sumatera yaitu linthong, mandheling dan gayo.
Oleh karena itu, untuk reproduksi luwak dan akselerasi peningkatan produksi kopi luwak, diperlukan penyuluhan partisipatif budidaya dan penangkaran luwak di kalanngan petani kopi di sentra-sentra produksi kopi. Penyuluhan dari ahli dan prakrisi (petani berpengalaman) penting agar tidak terjadi monopoli penguasaan luwak dan produksi coffee luwak oleh pelaku tertentu. Hal itu juga dimaksudkan agar tingginya coffee luwak price turut mendongkrak pendapatan petani kopi.
Selain itu, diperlukan upaya terpadu bagi pemulihan populasi luwak dan rehabilitasi habitat luwak di alam. Untuk itu, keberadaan modal social dan kebijakan untuk menjaga kelestarian luwak sangat diperlukan. Yang terpenting, kesadaran lingkungan masyarakat harus dikuatkan agar siasat peningkatan produksi kopi luwak tidak diikuti perburuan luwak liar secara besar-besaran dan perilaku menyimpang.



{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }
Posting Komentar